banner 728x250

Calon Walikota Jogja Dituntut 1 Tahun Selesai Tangani Sampah

  • Share
Masalah sampah di Kota Jogja tak kunjung tertanggulangi seiring ditutupnya TPS Piyungan. Foto : Istimewa.
banner 468x60

JOGJA – Persoalan sampah yang tak kunjung selesai semakin menjadi ancaman lingkungan di Kota Jogja. Pun, issue sampah ini akan menyertai seberapa komitmen para Calon Walikota Jogja yang akan maju di Pilkada pada November, mendatang.

“Bulan – bulan kedepan merupakan bulan politik karena ada pilkada, siapapun yang akan maju (cawali) harus menjadikan program penanggulangan sampah menjadi program utama dan sungguh-sungguh,” tegas Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Jogja, Cahyo Wibowo, menyampaikan sikap fraksinya terkait penanggulangan samah, Rabu (8/5/2024).

banner 336x280

Fraksi PKS tak ingin spekulasi terkait komitmen penanggulangan sampah. “Berani tidak menjamin misalnya target 1 tahun setelah terpilih maka persoalan sampah juga selesai. Jika tidak berhasil meminta maaf kepada warga kota,” tegas Anggota Komisi C, itu.

Fraksi PKS juga mengarahkan pandangan kepada siapapun cawali dapat melakukan kontrak politik dengan warga Kota Jogja. “Kenapa ini menjadi penting karena walikota ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai,” katanya.

Cahyo mengatakan kondisi darurat sampah masih menghantui warga Kota Jogja seiring telah ditutupnya TPA Piyungan secara permanen mulai 1 Mei 2024. Itu secara resmi disampaikan oleh Pemprov DIY bahkan diberikan tenggang waktu dari rencana Desember 2023 dan diperpanjang sampai bulan Mei 2024.

Sementara itu kebijakan desentralisasi sampah juga sudah mulai disampaikan 1 tahun yang lalu agar Pemkot Jogja dapat mengelola sampah secara mandiri tidak lagi tergantung kabupaten lain.

BACA JUGA : PKS Kota Jogja Kerucutkan 3 Nama Calon Walikota

F-PKS Jogja Interupsi Keberatan Penangkapan Pembuang Sampah

Saat ini Pemkot Jogja tengah membangun tiga TPS yaitu Nitikan, Kranon, Karangmiri. “Setelah kami di Komisi C melakukan sidak lapangan, kami menangkap beberapa kendala yang jika tidak diantisipasi dari awal akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari,” katanya.

Cahyo membeberkan kendala tesebut antara lain ketidaksiapan tiga TPS sampai pertengahan Mei 2024 bahkan kemungkinan ada yang beroperasi akhir Mei 2024.

Berikutnya, belum terencananya amdal lalin. belum siapnya penerapan lingkungan sesuai perda no 9 tahun 2023 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan belum adanya masterplan sepanjang jalan yang dilalui truk sampah dengan penghijauan yang bisa menyerap bau sampah atau air sampah yang menetes.

“Kendali lain, kami masih melihat lemahnya sinergitas antar OPD terkait dalam penanganan sampah ini sehingga walikota sebagai dirijen wajib bertanggungjawab,” ucapnya. (Ana/Ara)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share