banner 728x250

Ulas Bencana Iklim, Tim LKTIQ UGM Raih Medali Emas di MTQMN XVII

  • Share
Tim Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (LKTIQ) yang terdiri dari Muhammad Ashri Shalahudin Jadid (Fakultas Pertanian) dan Herkin Yossyafaat (Fakultas Hukum) dibawah bimbingan Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, S.S., M.A., M.M., C.H.E. (Foto : Istimewa)
banner 468x60

JOGJA –Tim Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (LKTIQ) UGM Yogyakarta berhasil meraih medali emas dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVII lalu di Universitas Brawijaya, Malang. Tim terdiri dari Muhammad Ashri Shalahudin Jadid (Fakultas Pertanian) dan Herkin Yossyafaat (Fakultas Hukum) dibawah bimbingan Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, S.S., M.A., M.M., C.H.E.

Capaian prestasi membanggakan tersebut kembali menjadi diskusi terkait kemungkinan tindaklanjut untuk dijadikan naskah pesan moral kepada para pemangku kebijakan. “Karena kita mengangkat konsep mitigasi bencana iklim berbasis budaya jawa, erat dengan pitutur-pitutur jawa. Kita diskusikan lebih matang lagi apakah nantinya perlu juga kita disampaikan kepada pihak pemerintah terutama di lingkungan DIY,” tutur Gihfari, Jumat (8/3/2024).

banner 336x280

Perhelatan MTQMN XVII sendiri telah dilangsungkan November 2023. Dalam karya tulisnya Tim LKTIQ UGM mengangkat aktualisasi nilai-nilai dari Al-Quran surah Ar-Rum : 41 dan Hud : 120. Mereka melihat relevansi antara bencana iklim global yang juga terjadi di level lokal dengan kandungan surah Ar-Rum ayat 41 di mana kerusakan-kerusakan yang terjadi di muka bumi adalah akibat perbuatan manusia sendiri.

Menurut Ghifari konsep tersebut kemudian dipadukan dengan kearifan lokal yang tumbuh di masyarakat jawa terutama Yogyakarta, yakni pitutur luhur jawa. Pitutur luhur jawa merupakan nasihat-nasihat kebaikan yang sebagiannya juga berkaitan dengan nasihat tentang menjaga alam dan tidak berbuat kerusakan.

BACA JUGA : Tim FK-KMK UGM Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Lansia

Gandeng FK UGM, Golkar Kota Jogja Adakan Pemeriksaan Mata Gratis

“Irisan ini yang kemudian Tim LKTIQ lihat sebagai perpaduan antara konsep mitigasi bencana iklim berbasis pitutur luhur yang digali dari nilai-nilai Al-Quran surah Hud ayat 120 dan Ar-Rum ayat 41,” tutur Ghifari.

Adapun beberapa pitutur luhur utama yang diambil sebagai sumber inspirasi seperti “Hamemayu Hayuning Bawana”; “Eling lan Waspodo”; “Gusti Allah Mboten Sare”; dan “Rukun Agawe Santosa”.

Empat pitutur luhur tersebut, menurut Gihfari yang kemudian digali maknanya untuk dijadikan sebagai konsep mitigasi bencana iklim melalui nasihat-nasihat yang senada dengan tafsir Quran Surah Hud ayat 120.

Tidak hanya berhenti sampai disitu, konsep mitigasi bencana iklim ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah platform edukasi berbasis akun Instagram berkaitan dengan pitutur luhur jawa yang dikombinasikan dengan ayat-ayat Al-Quran.

“Platform edukasi ini dinamakan Dipijar yang merupakan akronim dari Digital Pitutur Jagat Raya,” ucapnya.

Dipijar diharapkan dapat bermanfaat sebagai media edukasi pitutur luhur jawa sekaligus sebagai bentuk upaya pelestarian pitutur luhur jawa yang kian waktu kian dilupakan generasi muda karena tergerus zaman.

MTQMN merupakan suatu event yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan mengangkat tema “Aktualisasi Nilai-nilai Qur’ani dalam Mencetak Talenta Emas Indonesia”. MTQMN ini adalah salah satu kegiatan ajang talenta jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa di bidang seni Tilawatil Quran. (Ana/Ara).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share